Selasa, 29 Desember 2020

Teknik Dorong Tarik, Cara Membasmi Hama Yang Efektif

teknik dorong tarik dalam manajemen hama Teknik Dorong Tarik, Cara Membasmi Hama yang Efektif
teknik dorong tarik dalam manajemen hama

PojokReview.com - Salah satu jenis hewan yang dikala ini sedang banyak muncul dan memberi kerusakan parah pada flora adalah armyworms alias ulat grayak atau ulat serdadu. Ini ialah jenis larva untuk ngengat, yang juga jenis serangga yang menghancurkan.


Maka, jenis ulat satu ini betul-betul menyibukkan dan menjadi hama yang harus dihabisi. Kejadian yang cukup parah terjadi di Afrika, Amerika Utara, dan Srilanka ketika binatang ini menginvasi tumbuhan, serta interaksi dengan insan yang menjadikan banyak penyakit yang lain.


Kerusakan yang terjadi sebab ulat ini juga menjadikan banyak kejadian gagal panen. Kasus paling banyak didapatkan pada tanaman utama mirip padi dan jagung. Namun, perkara lainnya juga didapatkan pada tembakau, kapas, dan kacang-kacangan. Bahkan, terakhir ditemukan bahwa ulat ini juga menyerang jenis tumbuhan buah-buahan seperti apel, jeruk, dan sebagainya.


Teknik Dorong Tarik (Push-pull) untuk Pengelolaan Hama



Teknik satu ini digunakan untuk menekan pertumbuhan hama dengan cara menanam tanaman lainnya yang bisa mengusir ulat. Cara penanaman tumpang sari ini sungguh ampuh mengatur ulat grayak atau armyworms ini. 


Dua jenis tumbuhan yang sering dipakai, pertama demosdium. Demosdium mengandung alelopati yang sangat besar lengan berkuasa sehingga mengusir ulat untuk mendekat ke tumbuhan. Tanaman yang kedua yaitu Cenchrus purpureus alias rumput gajah. Tanaman satu ini sangat baik untuk memajukan kesuburan tanah, sekaligus menahan abrasi.


Teknik dorong tarik ini yakni sebutan untuk penggunaan flora "dorong", dan tumbuhan "tarik". Dalam hal ini, Demosdium dipakai untuk tanaman yang mendorong hama, sedangkan rumput gajah yakni flora yang menarik keluar.


Kira-kira seperti ini, ada flora yang hendak dijaga dengan teknik ini, kita misalkan saja jagung. Kemudian, tumbuhan demosdium akan ditanam di antara tumbuhan jagung tersebut. Sedangkan tanaman rumput gajah akan ditanam di sekeliling tumbuhan jagung tersebut.


Berikut gambaran kasarnya



Keterangan:


Tanaman dengan warna hijau adalah tumbuhan utama, alias jagung. Sedangkan tanaman berwarna ungu yang berada di tengah-tengah tanaman tersebut yakni demosdium yang bermaksud untuk mengusir hama yang masuk ke "plot" (bundar).


Tanaman berwarna kuning yakni rumput gajah yang ditanam di sekeliling plot untuk menawan hama keluar dari plot tersebut. Dengan demikian, hama yang berada di dalam plot akan keluar dan ditampung oleh flora yang berada di sekitarplot. Akhirnya, hama tersebut akan mati di tanaman pelindung luar.


Teknik tersebut juga sangat baik untuk tanah, alasannya demosdium meningkatkan kesuburan tanah, sedangkan tumbuhan yang berada di luar bulat (rumput gajah) akan menurunkan gulma.


Tentunya, teknik di atas ditujukan untuk melindungi tanaman utama, Jagung, yang berwarna hijau.


Meski demikian, pasti akan sungguh sempurna jikalau Anda mengikuti isyarat dari hebat botani, penyuluh pertanian, dan sebagainya untuk penerapan teknik yang lebih tepat guna.


Sumber https://www.pojokreview.com/


EmoticonEmoticon