Senin, 21 Desember 2020

Tidak Apa Berhutang, Asalkan Perhatikan Hal-Hal Ini!


pojokreview.com - Pembicaraan yang paling hangat simpulan-tamat ini selain Palestina yakni "hutang negara". Yah, hutang Indonesia yang totalnya mencapai $4000 triliun dianggap membahayakan dan bisa membuat negara menjadi runtuh. Banyak juga yang menyebut negara para ilahi, Yunani yang risikonya melarat sebab hutang.


Tetapi apakah benar seperti itu? Nyatanya, tidak apa berhutang. Bahkan, Anda punya hutang terus seumur hidup juga tidak persoalan. Asalkan, rasio hutang dengan penghasilan Anda bisa dikendalikan.


Contoh paling nyata yakni kebanyakan dari penduduk Indonesia berbelanja rumah, mobil, dan motor dengan cara kredit. Kemudian, ada beberapa yang jadi dikejar-kejar debt collector, atau malah rumahnya disita. Namun, sebagian lainnya justru santai-santai saja dan menikmati hidupnya dengan kondusif.


Kuncinya ada di rasio hutang dengan penghasilan. Hutang Indonesia, sesungguhnya masih masuk dalam klasifikasi aman, sebab nilai hutang masih tercatat 30% dari pemasukan negara. Namun, kenapa negara kita tidak secepatnya melunasi hutang?


Jawabannya justru pertanyaan lagi, apa manfaatnya tidak punya hutang? Bila menyebut nama negara-negara maju di dunia, maka Anda mampu menyaksikan besarnya hutang mereka. Sebut saja, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara besar lainnya, semuanya juga punya hutang bahkan jauh lebih besar dari Indonesia. 


Bila diandaikan dengan satu keluarga, maka berhutang akan menjadikan satu keluarga memiliki modal untuk memulai usaha. Membayar hutangnya membuat satu keluarga akan berupaya keras agar tetap mendapatkan keuntungan.


Melihat kondisi hutang negara, bantu-membantu sah-sah saja Anda berhutang, bahkan kembali berhutang dikala hutang yang lama sudah lunas. Tapi, ada beberapa hal yang mesti dipertimbangkan sebelum Anda berhutang. Berikut ulasannya.


Pastikan besaran hutang tidak lebih dari 30% penghasilan Anda


Misalnya saja Anda punya penghasilan higienis per bulan sebesar Rp10 juta, maka hutang Anda paling besar atau optimal yaitu Rp3 juta per bulan. Begitu juga bila penghasilan Anda cuma Rp1 juta, mempunyai arti hutang Anda maksimal harus Rp300 ribu cicilannya per bulan.


Misalnya untuk kredit rumah bayaran per bulannya yaitu Rp1.000.000, dan penghasilan Anda yakni Rp15 juta, maka Anda mampu memikirkan untuk mengambil hutang lagi. Tapi, jika penghasilan Anda yaitu Rp3 juta, mempunyai arti Anda harus menuntaskan apalagi dulu hutang rumah tersebut.


Pastikan hutang untuk hal yang produktif


Berhutang untuk membeli rumah, tanah, investasi, modal perjuangan, dan sebagainya jauh lebih diusulkan ketimbang Anda berhutang berbelanja tas atau sepatu misalnya. Seorang tukang ojek berbelanja motor dengan cara kredit, dan membayarnya dari hasil mencari uang dengan motor itu sendiri. Itu yang dinamakan berhutang untuk hal yang produktif.


Membeli rumah yaitu investasi kurun depan. Hal itu juga mampu Anda pertimbangkan dengan berhutang. Langkah tersebut bahkan jauh lebih efektif dibandingkan dengan Anda baru berbelanja rumah dengan cara menabung per bulan. Karena ketika Anda menabung, Anda mesti tetap mengeluarkan uang rumah kontrakan yang harganya nyaris tidak begitu jauh selisihnya dengan harga rumah subsidi misalnya.


Itulah kenapa berhutang makan di warteg, atau berhutang odol dan sikat gigi di warung, justru lebih "berbahaya" ketimbang berhutang membeli rumah atau motor. Kenapa? Karena barang tersebut akan habis, sedangkan Anda harus menyisakan penghasilan Anda untuk mengeluarkan uang hutangnya. Kadang-kadang, jumlah hutang Anda akan melampaui rasio yang kondusif.


Hindari gali lobang tutup lobang


Hindari berhutang untuk membayar hutang. Itu adalah langkah-langkah yang justru merugikan Anda. Karena itu, lebih baik Anda tidak berhutang dari permulaan bila dirasa rasio dengan penghasilan Anda tidak kondusif.


Anggap saja Anda berhutang Rp10 juta, dalam tempo waktu 3 bulan. Jadinya, total yang harus Anda bayar adalah sekitar Rp11.500.000. Lalu, untuk mengeluarkan uang itu, Anda berhutang sebesar Rp11,5 juta dan dikembalikan Rp13 juta. Demikian terus menerus hingga jadinya bunga hutang akan sungguh mencekik leher.


Perhitungkan ongkos hidup sesudah penghasilan diiris hutang


Anda punya honor Rp10 juta, dan mungkin ingin berbelanja, piknik, dan sebagainya dengan honor tersebut. Namun, Anda harus eksklusif menjumlah bahwa gaji Anda tidak Rp10 juta, sebab ada cicilan yang mesti dibayar dengan total Rp3 juta per bulan. Kaprikornus, hitung saja bahwa gaji Anda cuma Rp7 juta perbulan.


Itu tadi ulasan ihwal hutang yang tetap kondusif bagi Anda, jadi tidak mencekik leher dan membahayakan hidup Anda. Meski demikian, tidak seperti di film-film, berhutang itu juga sulit loh. Anda mesti memiliki jaminan yang meyakinkan, perjuangan yang prospektif, dan aspek pendukung yang lain supaya hutang Anda bisa disetujui oleh bank. 


Sumber https://www.pojokreview.com/


EmoticonEmoticon