Tampilkan postingan dengan label tempat wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tempat wisata. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Maret 2021

Kerbau Berkubang Di Tempat Rekreasi Hodo Dompu

 

Kerbau Berkubang di Tempat Wisata Hodo Dompu Kerbau Berkubang di Tempat Wisata Hodo Dompu

Dompu mempunyai beberapa kawasan rekreasi dan yang paling terkenal di golongan penduduk adalah kawasan wisata Hodo. Keberadaannya di pinggir jalan menjadikan hodo gampang diakses oleh hadirin dan pelancong.

Masyarakat yang berpergian jauh, baik itu dari calabai ke Dompu ataupun dari Dompu ke calabai, biasanya menyempatkan diri untuk beristirahat sejenak di Hodo, selain alasannya untuk refreshing mengenang jauhnya perjalanan yang ditempuh,  kawasan wisata hodo sangat sejuk dan adem alasannya adalah terdapat banyak pepohanan yang besar dan mata air yang mengalir ke laut memperbesar kesegaran di tengah-tengah panasnya Padang Savana.

Kerbau Berkubang di Tempat Wisata

Bukan hanya alasannya tempatnya yang sejuk, hodo memiliki keunikan ketimbang tempat rekreasi yang lain yang berada di Dompu adalah sebab adanya kerbau yang berkubang di erat kawasan rekreasi. 

Di tempat pinggir Pantai Hodo terdapat beberapa mata air yang terus menerus mengalir hingga ada sebagian  membentuk menjadi kubangan, Bahkan ada yang terbentuk kubangan besar yang mampu memuat puluhan kerbau untuk mandi, kalem atau sekedar berkubang menyingkir dari teriknya sengatan matahari.

Berkubang memang menjadi salah satu kebutuhan dibandingkan dengan kerbau, lalu apakah berkubangnya kerbau tersebut mengusik orang yang berkunjung di daerah rekreasi hodo? Tentu saja tidak. Karena kerbau tersebut berkubang tidak mengecewakan jauh dari kerumunan pengunjung kira-kira lebih dari 100 m, selain itu juga air tempat berkubangnya kerbau di Hodo tidak terlampau wangi seperti kubangan lainnya. Ini dikarenakan air kubangan di rekreasi hodo merupakan mata air yang terus mengalir. 

Bagi sebagian orang dengan adanya kerbau yang berkubang di daerah wisata menjadikan ciri khas tersendiri serta memperbesar pesona Dompu sebagai tempat peternakan masyarakat.

Ekosistem Kerbau dan satwa lain di hodo mesti dijaga 

Gambar diatas ialah gambar yang diambil penulis kurang lebih 4 tahun lalu yang disimpan di Wiki commons. dari gambar tersebut sangat tampakbagaimana ketenangan kehidupan kerbau di hodo waktu itu.

Namun sekarang tidaklah seperti itu, terlebih dengan acara jagung yang terus meluas di Dompu, mengakibatkan lahan kawasan ternak kerbau sapi dan kuda menjadi sungguh sempit salah satunya di hodo. 

Dompu yang diketahui memiliki Savana selaku lahan peternakan masyarakat simpulan-selesai ini lahan tersebut mulai diubah menjadi ladang jagung. 

Penulis sendiri 4 tahun lalu mempunyai lebih dari 5 ekor kerbau yang dibiarkan hidup di hodo, akan namun sejak banyak terjadinya kehilangan, pemotongan bagian bagian tubuh kerbau yang masih Hidup oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, risikonya memasarkan seluruhnya. hal ini jarang terjadi bahkan tidak pernah sebelum sangat meluasnya acara jagung bahkan sampai ke tempat kawasan dilepasnya hewan ternak. 

Ini seharusnya menjadi salah satu PR besar bagi pemerintah daerah, mengenang hodo berada di antara kecamatan kempo dan pekat, sedangkan penduduk pekat dan kempo mereka berladang tidak hingga ke tempat Savana tempat hidupnya binatang ternak masyarakat. Akan namun pendatang dari luar kabupaten Dompu yang berladang di daerah Savana.

Semoga ekosistem binatang ternak di Dompu selalu tersadar kelestarian sumber daya alamnya



Sumber https://www.mooreyi.com/

Selasa, 02 Maret 2021

Museum Kawasan Nusa Tenggara Barat Mengoleksi Benda Bersejarah Pulau Lombok Dan Sumbawa

Museum Daerah Nusa Tenggara Barat Mengoleksi Benda Bersejarah Pulau Lombok dan Sumbawa Museum Daerah Nusa Tenggara Barat Mengoleksi Benda Bersejarah Pulau Lombok dan Sumbawa


Museum Daerah Nusa Tenggara Barat berada kurang lebih 7 km dari sentra Kota Mataram, tepatnya terletak di Jalan Panji Titar Negara No. 6, Kecamatan Ampenan Selatan. Museum ini didirikan pada tanggal 23 Januari 1982 berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berikutnya disahkan oleh Dr. Daoed Joesoef.

Museum ini banyak mengoleksi benda-benda bersejarah yang didapatkan di Nusa Tenggara Barat. Sudah lebih dari 7.000 koleksi benda-benda bersejarah yang disusun rapi. Benda-benda tersebut disusun berdasarkan unsur-bagian budaya yang ada di Nusa Tenggara Barat, mirip tata cara mata pencaharian, metode organisasi kemasyarakatan, metode religi, dan kesenian, bahasa, sistem teknologi, serta tata cara pengetahuan

Koleksi yang dipajang diruang ekspo menggambarkan sejarah alam dan kehidupan manusia semenjak prasejarah sampai kini. Salah satu komponen budaya yang paling menonjol di museum ini yakni tata cara religi dan kesenian yang memperlihatkan empat kelompok etnik yang ada di Nusa Tenggara Barat, yaitu Sasak dan Bali di Pulau Lombok dan etnik Sumbawa dan Mbojo di Pulau Sumbawa. Di bagian depan bangunan museum bangun sebuah orisinil sasak, ialah berugak dengan arsitektur lebih terbaru.

Museum ini mempunyai pesona tersendiri kalau daripada museum-museum yang lain. Daya tarik tersebut ialah dalam museum ini bukan hanya kaya akan koleksi-koleksi yang tidak cuma berhubungan dengan budaya sasak (suku orisinil Pulau Lombok), namun juga suku suku sekitarnya, seperti Bali, Samawa, dan Mbojo. 

Bangunan museum ini dibagi menjadi dua bab, ialah ruangan depan dan ruangan bazar yang masing-masing terhubung dengan suatu koridor yang terdapat beberapa ilustrasi gambar mengenai budaya Sasak, seperti Gandrung, Rudat, Cepung, Wayang, dan Jaran Kamput. Sementara, pada dinding bab kanan terdapat gambar mengenai Melengke, Toja, Konya, Sak Eco, dan Rebana Rea.

Ruangan pameran museum sendiri terbagi menjadi dua ruangan, ruang I dan ruang II. Ruang festival I lebih banyak menyimpan fosil kuno, mirip fosil Stegodon, Paleokarbau, dan Hypothalamus. Koleksi fosil dari kayu-kayu langka, mirip Rajumas, Cempaka, Lingsar, Kepundung, dan Kelincung juga berada di ruang ini. 

Ruang festival II lebih banyak menampilkan artefak yang berkaitan dengan budaya penduduk lokal. Beragam jenis pakaian adab Sasak, Bali, Mbojo, dan Samawa berada pada ruangan ini. Artefak antik, mirip Arca Siwa Mahadewa (patung kala IX), alat-alat yang dipakai dalam upacara daur hidup dalam keseharian masyarakat (ceret, kendi, pondi, kipas), serta alat-alat yang biasa dipakai untuk penobatan raja-raja pada Kesultanan Bima, Kerajaan Sumbawa, dan Selaparang (Kipas emas) menjadi nilai tersendiri bagi museum ini. 

Para pelancong yang ingin berkunjung ke Museum Daerah Nusa Tenggara Barat mampu menggunakan dua jalur, yakni jalur darat dan udara. Apabila berangkat lewat terminal Mandalika, dapat menggunakan transportasi kota jurusan Cakra - Ampenan, sesudah itu berhenti hingga Perempatan Seruni dan dilanjutkan memakai cindomo (alat angkutankhas Lombok) sampai ke Museum. Perjalanan ditempuh sekitar 30 menit saja.

Museum Daerah Nusa Tenggara Barat dibuka untuk biasa dari hari Selasa hingga hari Sabtu, dari pukul 08.00 - 13.00 WITA. Jadi, bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi museum ini harus sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pengelola.

berikut lokasi di google map


Sumber https://www.mooreyi.com/

Daerah Wisata Pantai Senggigi Lombok Barat

 

Tempat Wisata Pantai Senggigi Lombok Barat Tempat Wisata Pantai Senggigi Lombok Barat

Senggigi yaitu tempat pariwisata yang terkenal di Lombok Pantai Senggigi terletak di sebelah barat bahari Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat. Pantai Senggigi memang tidak sebesar Pantai Kuta di Bali, tetapi apabila ada di sana mirip berada di Pantai Kuta, Bali. Akan namun kita akan memperoleh kenyamanan yang melebihi Pantai Kuta sebab dilihat dari kondisinya Pantai Senggigi jauh lebih tenteram dan hening, hal ini dipengaruhi oleh belum maraknya para wisatawan yang berkunjung ke pantai ini. 

Pantai Senggigi kini mulai dilirik oleh para wisatawan, terutama wisatawan mancanegara, sebab wilayahnya yang relatif perawan dan juga informasi yang sudah meluas tentang keberadaannya. Dengan bertambahnya minat dan antusiasme pelancong ke Pantai Senggigi pemerintah tempat lokal dan perusahaan swasta makin ulet membangun dan membenahi segala prasarana, biar para wisatawan kian tertarik untuk mendatangi pantai ini. 

Lokasi Tempat Wisata Pantai Senggigi 

Pantai Senggigi terletak di sebelah utara Bangsal ialah pantai yang paling populer dan sudah terkenal akan keindahannya. Pantai yang terletak 12 kilometer dari sebelah barat bahari Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Lombok ini, terbentang nyaris sepanjang 10 km dengan hamparan pasir putih yang seolah menarik hati para turis untuk duduk di atasnya dan sejenak melewatkan segala rutinitas hidup dari kepadatan lalu lintas kota. Di pantai ini juga kita menghirup udara segar dengan menikmati panorama air bahari yang berwarna biru bercampur hijau serta menikmati indahnya matahari terbenam di Pantai Senggigi.

Keindahan Tempat Wisata Pantai Senggigi 

Hembusan semilir angin di Pantai Senggigi menciptakan para wisatawan kian terpengaruhi untuk menikmatinya lebih usang. Suasana segar, nyaman, dan indah seolah menyapa turis di awal kunjungannya. Ketika para wisatawan berada di pinggir pantai, mata para pelancong akan disuguhi oleh keindahan pantai dengan diiringi bunyi ombak yang saling berkejaran, pasir yang menghampar, dan ribuan binatang kecil yang berada di antara hamparan pasir. Kini, Pantai Senggigi dijadikan sebagai kawasan wisata alternatif gres para pelancong yang merindukan suasana alam yang tenteram.

Bukan hanya keindahan dan ketentraman yang ada di Pantai Senggigi, aktivitas lain yang bisa dijalankan turis di pantai ini, di antaranya snorkeling, menyelam, bermain pasir, berenang, dan berjemur. Apabila mentari sore telah mulai meredup, pelancong dapatjuga meluangkan waktunya untuk sekadar berjalan kalem dengan bertelanjang kaki menelusuri pinggir pantai, duduk di hamparan pasir dengan mengamati biru-hijau air bahari atau berleha-leha di gerai hotel pinggir pantai sambil menanti sunset datang. Bagi pengunjung yang ingin berenang atau sekadar bermain air, disarankan untuk lebih berhati-hati alasannya di pinggir pantai banyak terdapat karang-karang runcing yang cukup membahayakan kaki. 

Sekitar setengah jam dengan berjalan kaki, para pelancong dapat langsung menyaksikan Pura Batu Bolong Pura ini dibangun di atas karang yang terletak di pinggir pantai. Menurut mitos yang berkembang di penduduk , zaman dahulu masa sering diadakan upacara pengorbanan seorang gadis perawan sebagai sajian masakan yang dihadiahkan kepada ikan hiu. Mitos lain menyebutkan bahwa pura ini dipakai oleh para perempuan yang sedang patah hati untuk menerjunkan diri ke maritim. Dari Pura Batu Bolong juga dapat terlihat dengan jelas Gunung Agung di Pulau Bali.

Tidak jauh dari Batu Bolong, terdapat makam seorang ulama terkemuka di Nusa Tenggara Barat. Makam dan kawasan ini dianggap suci oleh para penganut Wetu Telu di NTB.

Hal lain yang menarik untuk dilaksanakan adalah menyelusuri Senggigi pada malam hari, terutama ketika purnama tiba. Pengunjung akan menemui banyak orang/ warga sekitar yang memanfaatkan hangatnya pasir Senggigi untuk terapi kesehatan. Mereka mengubur sebagian atau seluruh tubuh hingga leher selama 2 - 3 jam, sambil menyimak deburan ombak yang memecah kesunyian. Terapi ini diyakini penduduk sekitar mampu menyembuhkan aneka macam penyakit, mirip pegel linu sampai kelumpuhan. Jika tertarik dengan acara ini, turis dapat ikut bergabung dan mencobanya.

Keindahan Pantai Senggigi membuat para wisatawan lupa akan segala rutinitasnya. Selain keindahan pemandangan pantai, para turis juga dapat menikmati kuliner khas Lombok. Makanan khas ini tidak kalah lezatnya dengan kuliner khas tempat yang yummy dan yummy alasannya di sepanjang pinggir Pantai Senggigi ditawarkan banyak sekali kuliner khas Lombok, yaitu ayam taliwang dan plecing kangkung.  

Menikmati keindahan pantai sambil mengkonsumsi kuliner khas Lombok tentu sangat menyenangkan. Apalagi sambil diterangi semburat cahaya bulan dan diiringi musik orkestra dari deburan ombak pantai. Biasanya sambil menikmati ayam taliwang dan plecing kangkung, para turis juga akan dihibur dengan kesenian khas Lombok, berupa musik dan tariannya. Tentu saja, para turis sungguh terhibur dengan santapan ini, bahkan banyak di antara hadirin ikut menari mengikuti alunan musik yang dimainkan.

Untuk cendera mata, pelancong mampu membeli mutiara yang berkilauan. Biasanya mutiara yang telah dirangkai banyak ditemui di kios-kios pinggir pantai. Akan tetapi turis juga dapat membeli butiran mutiara polos dan merangkainya sendiri sesuai dengan selera. Cendera mata yang mampu dibawa pulang untuk oleh-oleh bukan hanya mutiara saja. Lombok masih mempunyai cendera mata khas lain adalah kain tenun dengan banyak sekali motif dan warna.

Setelah puas menikmati keindahan alam Pantai Senggigi, turis dapat melanjutkan perjalanan wisatanya menuju tempat-tempat rekreasi yang tak jauh dari lokasi pantai Tiga Gili (pulau kecil), ialah Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air, Pantai Kerandangan, dan Pantai Batu Layar. Batu Layar yaitu kawasan suci bagi para penganut Islam Wetu Telu di Pulau Lombok (suku Sasak).

Akses Tempat Wisata Pantai Senggigi 

Akses menuju Pantai Senggigi sangat gampang, pelancong dapat memulai perjalanan dari Pelabuhan Padang Bay di Bali memakai kapal feri menuju Pelabuhan Lembar di Pulau Lombok. Dalam perjalanan, wisatawan akan dimanjakan dengan panorama alam yang indah dan juga munculnya ikan lumba-lumba yang saling berkejaran mengikuti kapal. Perjalanan Padang Bay Pelabuhan Lembar mengkonsumsi waktu sekitar 4 jam. Setelah hingga di Pelabuhan Lembar, turis mampu melanjutkan perjalanan ke Kota Mataram. Perjalanan menuju Pantai Senggigi berjarak 11 km dan mampu ditempuh memakai taksi dan kendaraan umum lainnya.

Jalur perjalanan lainnya, bila bertolak dari Pulau Bali, wisatawan dapat berangkat dari Pelabuhan Karang Asem menggunakan kapal feri menuju Senggigi, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit perjalanan. 





Sumber https://www.mooreyi.com/

Minggu, 28 Februari 2021

Wisata Taman Air Mayura Kota Mataram Lombok

Dalam bahasa sansekerta Mayura artinya burung merak Wisata Taman Air Mayura Kota Mataram Lombok


Dalam bahasa sansekerta Mayura artinya burung merak. Mayura merupakan perpaduan unik dan khas dari rancangan taman, bak, serta pura untuk beribadah. Mayura terletak di Cakranegara 

Taman air Mayura dibangun oleh A. A. Made Karangasem pada tahun 1744. Bangunannya masih kental dengan corak Bali, Jawa, dan Lombok. Pada mulanya bangunan ini berjulukan taman kelepug, yang diambil dari bunyi kelepug-kelepug air balasan derasnya mata air yang ada di telaga dalam taman tersebut

Pada tahun 1866, taman ini direnovasi oleh Raja Mataram A. A. Ngurah Karangasem dan diganti namanya menjadi taman Mayura. Menurut dongeng, di taman ini banyak terdapat burung merak yang memangsa ular berkeliaran di taman istana sehingga mengganggu acara kerajaan. Dengan adanya burung merak, istana menjadi aman dari serangan ular pengganggu

Beberapa bangunan yang bercirikan Bali serta paduan antara dampak Jawa dan Lombok mengakibatkan Mayura sangat bernuansa religius. Bahkan, menurut penjaga Taman ini, roh taman ini yaitu suatu pura yang terletak di hulu bak. Pura tersebut masih menggunakan namanya yang lama, yaitu Kelepug untuk mengingatkan akan nama orisinil lokasi ini. Dalam beberapa ritual khusus, pura ini masih tetap difungsikan selaku daerah pemujaan para dewa.

Selain pura, di dalam Taman Air Mayura ini juga terdapat patung batu manusia yang berwajah Asia Barat. Menurut sejarahnya, patung ini dibentuk selaku tanda terima kasih Raja terhadap orang Asia Barat dikarenakan telah menunjukkan idenya supaya memelihara dan mengembangbiakkan burung merak untuk mengusir ular dari istana.

Apabila ditelusuri, di tengah-tengah taman terdapat suatu bangunan terapung yang disebut Bale Kambang. Bangunan ini diresmikan sehabis adanya desakan masyarakat di istana untuk mendapatkan keadilan. Pada era Raja Rad Kerta, pengadilan terhadap orang yang berperkara lazimnya disidangkan di Bale Kambang.

Letaknya yang strategis serta nilai sejarah yang banyak terkandung di dalamnya menimbulkan lokasi rekreasi ini sering dikunjungi oleh turis baik lokal maupun luar negeri Bangunan ini menunjukkan perpaduan situasi antara nuansa alam, atmosfer religius, dan sejarah. Ketika Anda memasuki lokasi ini, kesan pertama yang muncul adalah kesan bangunan taman yang mampu mendatangkan kedamaian natural. Istana ini dilengkapi dengan bak yang ditata sedemikian rupa sehingga tampak bagaikan sebuah taman yang asri. Di tengah bak berdiri sebuah bangunan yang disebut "Bale Kambang". Ada yang menyebutnya gili (dalam bahasa setempat bermakna pulau kecil) sebab keberadaannya di tengah-tengah kolam yang mirip pulau kecil di tengah samudra. Di dalam kompleks ini berbagai dijumpai pohon manggis berderet rapi yang menambah kesejukan hawa udara di taman. Jika pelancong beruntung, pemandu wisata akan memperbolehkan untuk memetik beberapa buah manggis.

Perjalanan menuju Taman Air Mayura memerlukan waktu sekitar 15 menit dari Kecamatan Narmada memakai transportasi lazim atau taksi. Untuk dapat masuk ke tempat rekreasi ini harus berbelanja tiket masuk. Uang yang dikeluarkan untuk tiket masuk sudah termasuk ongkos seorang pemandu rekreasi (guide) yang akan memberikan bangunan sejarah taman Air Mayura.

lokasi di google map
Sumber https://www.mooreyi.com/

Rekreasi Taman Narmada Lombok Barat

 

Taman Narmada merupakan sebuah taman yang dulunya digunakan sebagai tempat peristirahatan  Wisata Taman Narmada Lombok Barat

Taman Narmada merupakan sebuah taman yang dulunya dipakai sebagai tempat peristirahatan dan tempat mandi keluarga kerajaan Mataram. Selain itu, terdapat pula taman-taman dan beberapa peralatan yang dipakai untuk menghibur raja-raja. 

Taman Narmada terletak di Desa Lembuah, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, sekitar 10 km sebelah timur Kota Mataram. Tahun 1727 M, Raja Anak Agung Gde Ngurah Karangasem membangun suatu taman indah bernama taman Narmada. Nama Narmada diambil dari nama sebuah anak sungai gangga yang sungguh suci di India yang berjulukan Narmadanadi. Taman ini menyerupai Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak. Bagi umat Hindu, air merupakan suatu unsur suci yang memberi kehidupan kepada semua makhluk di dunia ini. Air yang memancar dari dalam tanah (mata air) disamakan dengan tirta amerta (arti keabadian) yang menyembur dari Kensi Sweta Kamandalu. Dahulu kala, nama Narmada dipakai untuk menyebutkan nama mata air yang membentuk beberapa bak dan suatu sungai di kawasan tersebut. Lambat laun dipakai untuk menyebut pura dan keseluruhan kompleks Taman Narmada.

Kompleks Taman Narmada yang ada di Lombok itu mampu dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu gerbang utama, jabalkap, telaga kembar, gapura gelang/paduraksa, mukedes, telaga padmawangi, balai loji, balai terang, petandaan bangunan sakapat, balai bancingah, Pura Kalasa, dan Pura Lingsar.

Bangunan-bangunan lain di kompleks Taman Narmada dalam wujud pertamanan telah sukar ditelusuri keasliannya Menurut peta tahun 1899 taman di kompleks Taman Narmada di antaranya yaitu: Taman Bidadari, Taman Anyar, Taman Paresak, dan Taman Kelasa. Taman Anyar dan Taman Kelasa saat ini sudah menjadi perkampungan penduduk. Adapun Taman Paresak, ketika ini sudah menjadi kebun buah buahan dengan flora khususnya ialah buah manggis.

Keindahan Taman Narmada Lombok Barat

Keindahan taman Narmada, kini dapat dicicipi oleh masyarakat umum dan menjadi sentra wisata yang senantiasa ramai dikunjungi pelancong lokal dan luar negeri yang selalu dipadati khususnya pada final pekan.

Untuk Anda yang menyukai suasana alam maka tidak salah jika menyempatkan diri untuk berkunjung ke Taman Narmada. Konsep taman ini memiliki ciri nuansa alam yang eksotik, ditata mirip bentuk gunung. Di bagian bawah terdapat tiga bak yang diairi oleh sumber mata air jernih bagaikan suatu danau. Jumlahnya yang tiga sama dengan jumlah Danau Segara Anak di puncak Gunung Rinjani. Di dalam taman ini terdapat suatu pura berjulukan Pura Kalasa yang berada di bab atas. Untuk sampai ke pura ini, Anda mesti melewati puluhan anak tangga yang sengaja dibuat agar terlihat seolah-olah menaiki Gunung Rinjani. Cukup bikin capek untuk sampai ke puncak atas Pura Kalasa, Namun, rasa capek dan lelah tersebut akan terhapus dengan adanya situasi alam yang masih segar, pepohonan rindang, dan kolam renang alami dengan air yang jernih.

Memasuki gerbang taman yang berciri Hindu ini, hadirin akan eksklusif disuguhi sebuah bangunan kuno yang berada sempurna di sisi kiri. Bangunan berjulukan Bali Loji ini, dulunya dipakai sebagai tempat tinggal raja dan istrinya. Sementara itu, di depan Balai Loji atau sempurna di segi kanan gerbang masuk, terpampang sebuah peta Taman Narmada, yang berfungsi untuk membuat lebih mudah hadirin berkeliling taman air itu.

Tanah seluas dua hektar ini bisa menampung beberapa kolam dan tumbuhan yang menciptakan indah Taman Narmada. Selain keindahan taman yang tertata apik dan asri ini, daya tarik utama taman ini ialah terdapatnya sebuah Balai Petirtaan yang sumber mata airnya berasal dari Gunung Rinjani. Balai Petirtaan ialah tempat pertemuan tiga sumber air, ialah Suranadi, Lingsar, dan Narmada Mata airnya yang berasal dari Gunung Rinjani sekaligus selaku kawasan pertemuan tiga sumber mata air lainnya.

Air yang ada di Balai Petirtaan diandalkan berguna mampu menjadikan orang yang meminum dan membasuh mukanya dengan air di situ akan infinit muda. Sebelum mendapatkan air suci ini, pengunjung harus mengikuti metode yang dipandu seorang juru kunci penjaga (kuncen) dalam balai petirtaan Bersama sang kuncen, hadirin mengikuti ritual pengambilan air. Sang kuncen lalu meminta hadirin berdoa berdasarkan keyakinan masing masing. Setelah melalui serangkaian ritual tersebut, barulah para hadirin mampu menikmati dengan membasuh ke tampang atau dengan meminumnya. Perlu juga dikenali ada larangan bagi perempuan yang sedang datang bulan untuk masuk dalam petirtaan ini.

Antara bulan November dan Desember, taman ini akan terlihat seperti pusat ibadah. Para penduduk orisinil lombok penganut agama Hindu pada bulan tersebut lazimnya merayakan Hari Pujawali dengan menaiki Gunung Rinjani dan melaksanakan ritual pekelan dengan melempar barang barang dan pemanis kecil untuk menghormati Dewa yang menjaga Gunung Rinjani. Namun bagi yang tidak mampu pergi ke gunung, mereka cukup datang menuju pura di taman ini.




Sumber https://www.mooreyi.com/

Jumat, 26 Februari 2021

Pusat Industri Gerabah Banyumulek Lombok Barat

Sentra Industri Gerabah Banyumulek Lombok Barat Sentra Industri Gerabah Banyumulek Lombok Barat

Sentra Industri Gerabah Banyumulek sudah cukup terkenal di Pulau Lombok dan sekitarnya. Desa Banyumulek terletak di Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Desa ini berada sekitar 14 km bab selatan Kota Mataram.

Banyumulek dalam bahasa Sasak, artinya air jernih. Banyumulek dikenal sebagai wilayah dengan mutu tanah lempung nomor satu di Pulau Lombok. Sampai balasannya, pemerintah tempat setempat memutuskan Desa Banyumulek selaku Sentra Industri Gerabah unggulan Nusa Tenggara Barat. 

Harga kerajinan gerabah Banyumulek bervariasi tergantung model gerabahdan tingkat kesulitan membuatnya, adalah antara Rp5.000,00 sampai Rp500.000,00. Misalnya saja, lampu hias dijual seharga Rp55.000,00 ceret atau teko Rp12.500,00, pot bunga Rp5.000,00 - Rp20.000,00 tong sampah mewah Rp40.000,00 gentong besar Rp75.000,00 aneka guci Rp50.000,00 mangkuk buah motif primitif Rp40.000,00 satu tea-seat motif kulit telur Rp60.000,00 dan banyak sekali dekorasi dinding yang harganya mulai Rp30.000,00 sampai Rp300.000,00. Selain itu, ada juga gerabah yang dibentuk dari kulit telur ayam. Harga gerabah jenis ini lebih mahal, berkisar antara Rp200.000,00 - Rp300.000,00 per buah Lainnya yakni hiasan dinding kaligrafi Arab bertuliskan Allah dan Muhammad yang juga menggunakan kulit telur, pasir putih, dan kulit kayu, seharga Rp30.000,00 per pasang. Ada juga asbak rokok dalam aneka macam bentuk seharga Rp5.000,00 - Rp10.000,00

Berlibur ke Desa Banyumulek akan menjadi alternatif liburan yang mengasyikkan. Di sini, turis akan menentukan secara langsung beraneka bentuk, corak, dan warna gerabah yang diharapkan. Soal mutu, Sentra Industri Gerabah Banyumulek tidak dapat disangsikan lagi. Saat memasuki desa, turis akan disambut dengan suatu gapura rangka besi bertuliskan "Sentra Industri Gerabah Banyumulek". Setelah masuk gapura, di sepanjang desa turis akan menyaksikan formasi art shop di depan rumah-rumah warga. Selain kerajinan yang bersifat fungsional, seperti periuk dan gentong, produk kerajinan gerabah Banyumulek juga menawarkan hasil kerajinan untuk dekorasi ruangan, mirip asbak, vas bunga, lampu tembok,

dan sebagainya. Pembuatan kerajinan gerabah Banyumulek berlainan dari yang lain karena pembuatannya masih menjaga teknik pembakaran tradisional, yakni dengan menggunakan kayu bakar dan jerami kering. Pembakaran gerabah dilakukan di tengah kebun yang luas, penduduk setempat menyebutnya tenunug lendang. Teknik pembakaran menggunakan jerami memperlihatkan laba sebab gerabah dapat dibakar secara besar-besaran sehingga gampang untuk diwarnai. Kelemahannya adalah gerabah yang dibakar gampang retak dan tidak tahan usang. 

Akses menuju Desa Banyumulek sangat gampang. Apabila wisatawan berasal dari Pelabuhan Padang Bay Bali harus memakai kapal feri menuju Pelabuhan Lembar di Pulau Lombok. Perjalanan Padang Bay - Pelabuhan Lembar dengan kapal feri mengkonsumsi waktu sekitar 4 jam. Setelah tiba di Pelabuhan Lembar, pelancong dapat melanjutkan perjalanan ke Kota Mataram dan langsung menuju Desa Banyumulek.


Sumber https://www.mooreyi.com/

Rabu, 24 Februari 2021

Rekreasi Pulau Gili Trawangan Lombok Ntb

 

Gili Trawangan termasuk pulau yang paling besar di antara kedua pulau lainnya Wisata Pulau Gili Trawangan Lombok NTB

Gili Trawangan termasuk pulau yang paling besar di antara kedua pulau yang lain, yaitu Gili Meno dan Gili Air. Gili Trawangan terletak di atas permukaan laut, memiliki panjang 3 km dan lebar 3 km serta mempunyai penduduk sekitar 800 jiwa, bagian paling padat penduduknya yaitu sebelah timur pulau ini.

Sebelum menjadi tempat tujuan wisata, Gili Trawangan merupakan pulau sepiyang tak terlalu diketahui oleh masyarakat. Menurut kisah masyarakat lokal pulau ini merupakan tempat pembuangan narapidana politik yang terlibat PKI (Partai Komunis Indonesia) pada kala Pemerintahan Orde Baru dan kawasan pembuangan pemberontak Sasak yang berupaya melawan kekuasaan raja di tempat Lombok, Sekitar tahun 1970-an, pulau ini dikunjungi oleh para nelayan dari Bajau dan Bugis, suku perantau asal Sulawesi Selatan. Sejak saat itulah pulau ini dihuni oleh sebagian besar Suku Bajau, Bugis, dan sedikit suku Sasak. 

Mulai tampakada kehidupan tahun 1974, masyarakat yang menghuni Gili Trawangan mulai menanam pohon kelapa di kawasan sebelah timur dan utara pulau. Hingga kesannya tahun 1990, pemerintah setempat mulai perhatian kepada kawasan Gili Trawangan dan mulai ditetapkan bahwa kawasan ini selaku fasilitas rekreasi bahari.

Kondisi lingkungan di Gili Trawangan mulai terlihat asri, banyak pohon-pohon yang ditanam, mirip pohon kelapa, cemara, dan akasia serta dihiasi beranekaragam biota laut akan memperbesar daya tarik pengunjung. Terlihat pula deretan pasir pantai yang lembut dan airnya yang jernih menciptakan pengunjung semakin betah berada di pulau ini.

Gili Trawangan memiliki luas sekitar 360 hektar dengan panjang 3 km dan lebar 2 km. Pulau yang dihuni setidaknya 800 jiwa ini merupakan objek wisata laut yang cukup terkenal sampai luar negeri. Tidak mengherankan bila setiap tahunnya, pulau ini dikunjungi oleh ribuan wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Dibandingkan dengan Gili Meno dan Gili Air, Pulau Trawangan lebih banyak diminati oleh para wisatawan. Hampir setiap malamnya, di pulau ini senantiasa diadakan pesta yang dirayakan di sentra hiruk pikuk. Aktivitas yang sering dilaksanakan para turis di Trawangan ialah scuba diving, snorkeling (di pantai sebelah timur maritim), bermain kayak, berselancar, dan menyelam.

Bagi para pelancong yang senang dengan aktivitas diving dan snorkeling. Gili Trawangan menyajikan panorama bawah laut yang sangat fantastis. Saat menyelam pelancong akan memperoleh aneka macam bentuk dan jenis karang. Semakin dalam menyelam maka akan kian banyak memperoleh aneka macam jenis ikan, seperti hiu, kerapu, belut bahari, kepiting laut, dan sebagainya. Apabila para pelancong tak cukup berani menyelam lebih dalam, cukup cuma menikmati terumbu karang yang berada di pinggir pantai. Dalam terumbu karang, para turis mampu menyaksikan beranekaragam jenis-jenis ikan hias yang melintas di pinggir karang dan melihat koral berwarna biru, yang hanya bisa dijumpai di perairan Karibia 

Gili Trawangan relatif lebih digemari oleh turis sebab menawarkan fasilitas wisata yang lebih lengkap. Suasana bangga dan damai oleh kumpulan orang yang sedang berpesta di malam hari menyebabkan pulau ini banyak digemari turis, khususnya turis ajaib.

Selain menikmati keindahan situasi pantainya, di Gili Trawangan wisatawan juga dapat berkeliling pulau memakai cidomo atau sepeda pantai.

Bagi wisatawan domestik yang menjinjing ponsel atau telepon genggam, tidak perlu khawatir perihal sinyal karena di pulau ini telah bangkit tiga menara BTS (Base Tranceiver Stasion) selaku perangkat komunikasi pengguna jaringan ponsel menuju jaringan lain. Di pulau ini juga terdapat pembangkit listrik tenaga diesel yang ada di tengah pulau selaku penyedia fatwa listrik ke seluruh pulau. Selain itu, bagi turis yang membutuhkan pemandu dalam kegiatan wisatanya, mampu memakai jasa seorang guide profesional untuk memandu aktivitasnya. Setelah final, turis cukup memberi tips yang layak bagi pemandu tersebut.

Bagi para pelancong yang ingin lebih usang di Gili Trawangan dan berencana menyewa sebuah penginapan, jangan cemas di sini telah banyak tempat penginapan Di Pulau Trawangan telah tersedia ratusan rumah penginapan baik itu berupa hotel, motel, villa, maupun resort yang telah menyanggupi tolok ukur pelayanan internasional. Berbagai jenis rumah penginapan ini memberikan dan menyediakan bermacam-macam fasilitas, seperti bak renang, toko suvenir, dan cendera mata, toko obat, tempat penyewaan sepeda dan cidomo daerah voli pantai, pijat dan spa, bar, bar, restauran, kawasan laundry peralatan olahraga air, money changer, ruang TV Chanel Internasional, dan sebagainya.

Menuju lokasi Gili Trawangan cukup mudah karena tersedia dua kawasan penyeberangan menuju Pulau Trawangan, yaitu:

a. Melalui Pantai Senggigi

Dari Kota Mataram ke Pantai Senggigi berjarak 11 km. Para turis mampu menggunakan kapal outrigger. Perjalanan menuju Giri Trawangan kebanyakan berangkat dari Pelabuhan Bangsal. Ada dua alternatif menuju Pelabuhan Bangsal dari kota Mataram, yaitu:

1) Melewati kawasan rekreasi Gunung Pusuk (jalur utara) pelancong mampu menggunakan fasilitas angkutandarat, seperti ojek, taksi, atau bemo alasannya rutenya dekat. Di kawasan Gunung Pusuk, kita akan melihat kera-monyet berkeliaran dan disarankan menjinjing kacang untuk makanan simpanse.

2) Melewati kawasan rekreasi Pantai Senggigi (jalur selatan), turis dapat memakai taksi dari Kota Mataram melewati bukit-bukit di pinggir Pantai Senggigi hingga datang di Pelabuhan Bangsal.

b. Melalui Pelabuhan Bangsal

Untuk menyeberang dari Pelabuhan Bangsal menuju Gili Trawangan, pelancong mampu memakai kapal penumpang lazim dengan waktu tempuh kira-kira 45 menit dengan tarif sekitar Rp10.000,00. Kalau tak mauberdesakan dengan penumpang lain, turis juga dapat menyewa kapal dengan tarif sekitar Rp259.000,00 sekali jalan. Sesampai di Gili Trawangan, hadirin akan disambut oleh cidomo dan diantar menuju resort ataupun hotel untuk bermalam. Jika tidak mau mengeluarkan uang, hadirin mampu berjalan menuju motel, hotel, maupun villa yang ingin dituju.

Wisatawan yang berkunjung ke Gili Trawangan tidak dikenai biaya masuk, kecuali biaya akomodasi dan fasilitas, mirip penginapan sewa sepeda gayung, sewa motor boat, sewa cidomo, dan sebagainya.






Sumber https://www.mooreyi.com/