Rabu, 15 April 2020

Sejarah Perkembangan Islam Di Eropa (Belanda, Inggris, Perancis Dan Jerman)

Negara-negara yang berada di daerah benua Eropa termasuk daerah yang telah terbilang sebagai daerah negara-negara maju jika dilihat dari sisi peralatan teknologi yang dimiliki negara-negara tersebut, atas pertumbuhan tersebut maka tidaklah heran jikalau negara-negara yang berada di daerah tersebut bisa menjelajah, menjelajahi sudut-sudut negeri yang lain bahkan sampai menjajahnya. Sejarah pertumbuhan Islam di Eropa : Belanda, Inggris, perancis dan Jerman akan diterangkan secara lengkap dalam paparan penjelasannya berikut ini. Berdasarkan data sejarah pertumbuhan Islam di Eropa seperti Belanda, Inggris, Perancis dan Jerman memasuki benua Eropa ini lewat 4 (empat) era, ialah: 1. Periode kekhalifahan Islam di Spanyol (Andalusia) selama kurang lebih 8 abad dan pemerintahan umat Islam di beberapa pulau, di antaranya: Perancis Selatan, Sicilia, dan Italia Selatan. Kekhalifahan Islam di Spanyol berakhir pada tahun 1492. 2. Adanya penyebaran prajurit Mongol pada periode ke-13. Di antara penguasa Mongol ialah Dinasti Khan yang beragama Islam. Kekuasaannya berpusat di Sungai Volga sebelah utara Laut Kaspia dan Laut Tengah.  Ia meninggalkan penduduk muslim di sekeliling sungai Volga sampai Kaukasus dan Krimea, yang berisikan orang Tartar, kemudian mereka menyebar ke banyak sekali daerah kekaisaran Rusia. Mereka menjadi penduduk Finlandia, daerah Polandia, dan Ukraina. 3. Periode perluasan kekhalifahan Turki Usmani sekitar abad ke-14 dan ke-15 ke kawasan Balkan dan Eropa Tengah. Bahkan di Albania umat Islam merupakan penduduk dominan. 4. Periode kaum imigran Muslim memasuki benua Eropa setelah perang dunia ke-2, terutama ke negara-negara industri mirip perancis, jerman, Inggris, belanda dan belgia. 1. Sejarah Perkembangan Islam di Belanda Agama Islam di negara Belanda meningkat berkat usaha Abdul Wahid Van Bommel. Di sana bangkit organisasi Islam seperti Federatie Organisaties Muslim Nederland yang diketuai oleh Abdul Wahid. Organisasi tersebut lalu diubah menjadi Islamitische Informatie Cendrum. Melalui organisasi tersebut ia berjuang menuntut hak semoga mampu menunaikan shalat wajib lima waktu termasuk shalat Jum’at. Berdasarkan data statistik Central Burea de Statistick 1994, jumlah umat Islam Belanda mencapai 3,7% dari total masyarakat15.341.553 jiwa. Umat Islam di Belanda umumnya imigran yang bersal dari Turki, Maroko, Suriname, Pakistan, Mesir, Tunisia, dan Indonesia, selain warga negara orisinil Belanda. Pada tahun 1990, di seluruh Belanda jumlah masjid meraih 300 buah, di antaranya Masjid Mubarak yang didirikan di kalangan Ahmadiyah, Masjid Maluku, dan Masjid An-Nur di Balk. Masjid lain yang populer yaitu masjid al hikma di Heesurjkpein, Deen Haag. 2. Sejarah Perkembangan Islam di Inggris Penyebaran Islam di Inggris terjadi berkat jasa Mozambores. Mozambores ialah dokter Istana Raja Henry I. Pada tahun 1951, masyarakatmuslim di negara itu diperkirakan gres meraih 23.000 jiwa. Sepuluh tahun belakangan, populasi penduduk muslim di Inggris menjadi 82.000, dan pada tahun 1971 sudah mencapai 369.000 jiwa. Saat ini, jumlah penduduk muslim di Inggris sekitar 2 juta jiwa. Pendapat lain dikemukakan oleh M. Ali Kettani, bahwa pada tahun 1971 ada sekitar setengah juta muslim di Inggris, atau 1,8 % dari jumlah penduduk. Angka ini pada tahun 1982 naik menjadi 1.250.000 muslim (2,2 % dari penduduk). Pemukiman kaum muslim di Inggris umumnya terkonsentrasi di kota besar. Di London, masyarakatmuslim ialah komunitas kosmopolitan yang terdiri dari macam-macam latar belakang kebudayaan. Hampir separuh dari jumlah keseluruhan kaum muslim di Inggris tinggal di London dan wilayah sekitarnya. Sekitar dua pertiga sisanya berdomisili di West Midlands, Yorkshire, Glasgow, dan daerah-daerah di sekitar Manchester. Di Inggris pada tamat 1960 hanya tercatat sembilan masjid sebagai tempat ibadah, dan cuma bertambah empat masjid lagi selama lima tahun selanjutnya. Tetapi pada 1966, terdapat loncatan sehingga jumlah masjid terus meningkat delapan buah tiap tahunnya. Secara kuantitatif, jumlah masjid di kawasan Inggris ada sekitar 100 masjid di tempat London Raya, 50 di Lancashire, 40 di Yorkshire, dan 30 di Midlands, ada 3 masjid di Skotlandia, dan 2 di Wales, serta 1 buah di Belfast. Tentunya, ketika ini terus mengalami peningkatan jumlah seiring makin berkembangnya Islam di Inggris pada dikala ini di Inggris banyak bangun aneka macam organisasi keislaman mirip: The Islamic Council of Europe (Majelis Islam Eropa), sebagai pengawas kebudayaan Eropa. The Union of Moslem Organization (Persatuan Organisasi Islam Inggris ). The Association for British Moslem (Perhimpunan Muslim Inggris). Islamic Foundation dan Moslem’s Institute, keduanya bergerak dalam bidang observasi. Anggota-anggotanya terdiri atas orang-orang Inggris dan imigran. Salah satu bukti berkembangnya Islam di Inggris ialah adanya masjid di pusat kota London. Yaitu Masjid Agung (Central Mosque) Regents Park yang bisa memuat jamaah sampai 4.000 orang. Perancang Masjid tersebut ialah Fredrik Gobberd and Patners. Masjid itu juga dilengkapi dengan perpustakaan lazim selaku sentra aktivitas sosial dan administrasi. 3. Sejarah Perkembangan Islam di Perancis Islam ialah satu dari beragam agama di Perancis. Meskipun sejak dahulu Muslim sudah ada di Perancis, baik Perancis daratan maupun daerah kependudukannya di luar Eropa, imigrasi massal Muslim ke Perancis pada masa 20 dan 21 telah menciptakan negara ini menjadi salah satu negara dengan komunitas muslim paling besar di Eropa. Di Prancis, Islam meningkat pada selesai kala ke-19 dan permulaan ke-20 Masehi. Bahkan pada tahun 1922, sudah bangkit sebuah masjid yang sungguh megah berjulukan Masjid Raya Yusuf di ibu kota Prancis, Paris. Hingga kini, lebih dari 1000 masjid bangkit di seantero Prancis. Di negara ini, Islam berkembang melalui para imigran dari negeri Maghribi, mirip Aljazair, Libya, Maroko, Mauritania, dan lainnya. Sekitar tahun 1960-an, ribuan buruh Arab berimigrasi (hijrah) secara besar-besaran ke daratan Eropa, utamanya di Prancis. Saat ini, jumlah penganut agama Islam di Prancis mencapai tujuh juta jiwa. Dengan jumlah tersebut, Prancis menjadi negara dengan pemeluk Islam terbesar di Eropa. Menyusul lalu negara Jerman sekitar empat juta jiwa dan Inggris sekitar tiga juta jiwa. Peran buruh migran asal Afrika dan sebagian Asia itu menciptakan agama Islam meningkat dengan pesat. Para buruh ini mendirikan komunitas atau organisasi untuk menyebarkan islam. Secara perlahan, masyarakatprancis pun semakin banyak yang memeluk islam. Karena pengaruhnya yang demikian pesat itu, Pemerintah Prancis sempat melarang buruh migran melakukan penyebaran agama, utamanya Islam. Pemerintah Prancis cemas organisasi agama Islam yang dilakukan para buruh tersebut akan menciptakan pengkotak-kotakan masyarakat dalam beberapa golongan etnik, sehingga dapat mengakibatkan disintegrasi dan dapat memecah belah kelompok masyarakat.  Tak hanya itu, pintu keimigrasian bagi buruh-buruh yang beragama Islam pun makin dipersempit, bahkan ditutup. Meski demikian, penduduk Arab yang ingin berpindah ke prancis tetap meningkat. Pintu kearah sana tetap terbuka. 4. Sejarah Perkembangan Islam di Jerman Keberadaaan orang-orang Islam pertama sekali di Jerman tidak terlepas dari masuknya bangsa Turki ke daerah tersebut di simpulan masa ke-17 Masehi, yang merupakan respons perlawanan kepada penjajahan dari kolonialisme bangsa barat dan alhasil mereka menetap dan berketurunan di daerah tersebut. Ketika bangkitnya industri-industri di benua Eropa, banyak warga Muslim dari wilayah Turki dan Timur Tengah melakukan migrasi untuk mencari pekerjaan ke Eropa tergolong Jerman. Tahun 1961, 1963, dan 1965 orang-orang keturunan Turki, Maroko, dan Tunisia direkrut sebagai pekerja di Jerman atas kesepakatan antara pemerintah jerman dengan negara-negara bersangkutan.  Belakangan warga muslim dari Libanon Palestina, Afganistan, Al jazair, Iran, Iran dan Bosnia juga tiba ke Jerman mengungsi sebab negara mereka dilanda perang. Karena merupakan negara maju, Jerman juga menjadi sasaran bisnis dan pendidikan.  Banyak para profesional, pengusaha, pekerja dan mahasiswa Muslim dari India, Pakistan, dan Asia Tenggara datang dan sebagian menetap di sana. Jumlah masyarakatMuslim di Jerman ketika ini berkisar 3,7 juta jiwa. Mayoritas yakni keturunan Turki dengan jumlah lebih dari 2 juta orang. Pada tahun 1999, komposisi negeri asal kaum Muslim di negeri ini yaitu selaku berikut: Turki 2.053.564, Bosnia 167.690, Iran 116.446, Marokko 81.450, Afghanistan 71.955, Libanon 54.063, Pakistan 36.924, Tunisia 26.396, Syiria 19.055, Aljazair 17.705, Irak 16.745, Mesir 13.455, Yordania 12.249, Albania 10.528, Indonesia 9.470, Somalia 8.248, Banglades 7.156, Sudan 4.615, Malaysia 3.084, Senegal, 2.509, Gambia 2.371, Libya 1.898, Kirgistan 1.662, Azerbaijan 1.399, Guninea 1.249, Yaman 1.083. Demikian bahasan ihwal sejarah perkembangan Islam di Eropa (Belanda, Inggris, Perancis dan Jerman). Semoga berguna.
Sumber https://dadanby.blogspot.com


EmoticonEmoticon