Kamis, 16 April 2020

Sejarah Perkembangan Islam Di Amerika, Brazil, Argentina Dan Australia

Sebagaimana yang kita tahu bahwa negara Amerika serikat merupakan sebuah negara besar yang terdiri dari banyak sekali daerah utara yang berserikat. Suku Indian ialah penduduk asli Amerika namun sekarang pada umumnya penduduk Amerika adalah kaum imigran yang datang dari berbagai penjuru dunia yang kemudian tinggal menetap dikawasan tersebut. 1. Sejarah Perkembangan Islam di Amerika Sejarah kemajuan Islam di Amerika Serikat bermula semenjak sekitar periode ke 16, di mana Estevanico dari Azamor yaitu Muslim pertama yang tercatat dalam sejarah Amerika Utara. Walau begitu, pada umumnya para peneliti dalam mempelajari kedatangan Muslim di AS lebih memfokuskan pada kedatangan para imigran yang datang dari Timur Tengah pada tamat kala ke ke-19. Migrasi muslim ke As ini berjalan dalam masa yang berlainan yang sering disebut “ gelombang ”, sekalipun para ahli tidak selalu setuju dengan apa yang menyebabkan gelombang ini. Populasi masyarakatMuslim di AS telah berkembangdalam seratus tahun terakhir, di mana sebagian besar kemajuan ini didorong oleh adanya imigran. Pada 2005, banyak orang dari negara-negara Islam menjadi masyarakatAS - hampir 96.000 - setiap tahun dibanding dua dekade sebelumnya. Estevanico dari Azamor mungkin sudah menjadi Muslim pertama yang tercatat dalam sejarah Amerika Utara. Estevanico yaitu orang Berber dari Afrika Utara yang menjelajahi Arizona dan New Mexico untuk Kerajaan Spanyol. Estevanico datang ke Amerika selaku seorang budak penjelajah Spanyol pada abad ke 16. Sejak tahun 1520-an telah didatangkan budak ke Amerika Utara dari Afrika. Diperkirakan sekitar 500 ribu jiwa dikirim ke tempat ini atau sekitar 4,4% dari total 11.328.000 jiwa budak yang ada. Diperkirakan sekitar 50% budak atau tidak kurang dari 200 ribu jiwa budak yang didatangkan berasal dari daerah-daerah yang telah dipengaruhi oleh Islam. Menurut sumber lain, kedatangan paling permulaan imigran Muslim adalah antara tahun 1875 dan 1912 dari kawasan pedesaan, yang sekarang menjadi Suriah, Yordania, Palestina, dan Israel. Daerah ini dulunya dikenal sebagai Suriah Raya yang diperintah oleh Kekaisaran Ottoman. Setelah Kekaisaran Ottoman runtuh pada Perang Dunia I (PD I), terjadi gelombang kedua imigrasi kaum Muslim dari Timur Tengah, di mana dalam masa ini pula dimulainya kolonialisme Barat di Timur Tengah. Pada tahun 1924, aturan keimigrasian AS disahkan, yang segera menghalangi gelombang kedua imigrasi ini dengan memberlakukan “ sistem kuota negara asal ”. Periode imigrasi ketiga terjadi pada 1947 sampai 1960, dimana terjadi kenaikan jumlah Muslim yang tiba ke AS, yang sekarang berasal dari negara-negara di luar Timur Tengah. Gelombang keempat kemudian terjadi pada tahun 1965 dikala Presiden Lyndon Johnson menyokong desain undang-undang keimigrasian yang menghapuskan tata cara kuota negara asal yang telah bertaha lama. Komunitas Muslim pertama berada di Midwest. Di Dakota Utara, kaum Muslim berkumpul untuk shalat berjamaah pada tahun-tahun pertama kala 1900-an. Di Indiana, sebuah sentra acara Islam dimulai semenjak 1914; dan Cedar Rapids, Iowa, ialah rumah bagi masjid tertua yang masih dipakai sampai sekarang. Daerborn, Michigan, di pinggiran Detroit, ialah daerah Muslim Sunni dan Syiah dari banyak negara Timur Tengah. Bersama umat Katolik dari Timur Tengah, kaum Muslim Michigan membentuk komunitas Arab-Amerika terbesar di negara ini. Galangan kapal di Quincy, Massachusetts, di luar Boston, menawarkan lapangan kerja bagi imigran muslim sejak tahun 1800 an, di new england juga sudah dibuat suatu Islamic center yang sekarang menjadi kompleks masjid besar untuk beribadah bagi para pelaku bisnis, guru, profesional, serta pedagang dan buruh. Di new York islam sudah hadir dan muncul selama lebih dari satu abad. Rumah pertama lainnya bagi imigran Muslim yakni Chicago, Illinois, di mana beberapa orang menyatakan jumlah Muslim yang tinggal di sini pada permulaan 1900-an adalah yang terbanyak di antara kota-kota lain di AS. Lebih dari 40 golongan Muslim sudah ada di kawasan Chicago. Di Los Angeles dan San Fransisco, California, juga telah ada sentra komunitas Muslim yang besar. Islamic Center di California Selatan yakni salah satu entitas Muslim paling besar di AS. Jumlah Masjid di California juga yaitu yang terbanyak di AS, yakni sekitar 227 masjid pada tahun 2001. Menurut Lembaga Survey Pew pada tahun 2007, dua pertiga Muslim di AS adalah keturunan gila. Di antara mereka telah bermigrasi ke AS semenjak tahun 1990. Sedangkan sepertiga dari Muslim AS ialah penduduk orisinil yang beralih ke Islam, dan keturunan Afro-Amerika. Pada tahun 2005, berdasarkan New York Times, lebih banyak lagi orang dari negara-negara Muslim yang menjadi masyarakatAS - nyaris 96.000 - setiap tahun dibanding dua dekade sebelumnya. Sedangkan menurut Council on American-Islamic Relation 9 ( CAIR).  Jemaah masjid sunni yang diperuntukkan bagi lazim di AS berasal dari latar belakang bangsa yang berlawanan: Asia Selatan (33%), Afro Amerika (30%), Arab (25%), Eropa (2,1%), Amerika kulit putih (1,6%), Asia Tenggara (1,3%), Karibia (1,2%), Turki Amerika (1,1%), Iran Amerika (0,7%), dan Hispanik/Latin (0,6%).  Berikut adalah organisasi-organisasi Islam yang ada di Amerika Serikat, yakni : 1. Kelompok yang terbesar yaitu American Society of Muslims (ASM atau Masyarakat Muslim Amerika), pengganti Nation of Islam, yang lebih diketahui sebagai Black Muslim. Kelompok ini dipimpin oleh Warith Deen Mohammed.  Tidak begitu jelas berapa Muslim Amerika yang mengikuti kalangan ini. Kepercayaan golongan ini juga berlainan dengan kepercayaan Islam kebanyakan, mereka tidak mengenali Muhammad yaitu Rasul Allah yang terakhir. 2. Kelompok terbesar kedua adalah Islamic Society of North America (ISNA atau Masyarakat Islam Amerika Utara). ISNA yakni sebuah asosiasi organisasi-organisasi Muslim dan individual untuk mempresentasikan Islam. Kelompok ini dibuat oleh imigran, beberapa etnis Kaukasia dan sekelompok kecil Afro Amerika yang masuk Islam.  Jumlah anggotanya gres-baru ini mungkin sudah melampaui ASM. Konvensi tahunan ISNA mungkin adalah pertemuan Muslim paling besar di AS. Organisasi ini telah dikritik karena membuatkan anutan Wahabi dan alasannya adalah mempunyai kekerabatan dengan terorisme. 3. Kelompok terbesar ketiga adalah Islamic Circle of North America (ICNA atau Lingkaran Islam Amerika Utara). 4. Islamic Supreme Council of America (ISCA atau Dewan Tertinggi Muslim Amerika) mewakili banyak Muslim AS. Tujuannya yakni menawarkan penyelesaian-penyelesaian bagi Muslim Amerika, yang berlandaskan hukum Islam. 5. Islamic Assembly of North America (IANA Himpunan Islam Amerika Utara), ialah sebuah organisasi Muslim ternama di AS. 6. Muslim Students’ Association (MSA atau Asosiasi Pelajar-pelajar Muslim), adalah suatu golongan yang didedikasikan bagi pelajar Islam di sekolah tinggi tinggi Kanada dan Amerika Serikat. MSA juga sering dilibatkan dalam kegiatan-aktivitas kemasyarakatan, seperti pengumpulan dana untuk tunawisma selama Ramadhan. 7. Islamic Information Center (IIC atau Pusat Informasi Islam) yaitu organisasi yang dibentuk untuk memberi gosip terhadap publik, sebagian besar lewat media, seputar Islam dan umat Muslim. Organisasi politik Islam di AS berkepentingan untuk mengakomodasi kepentingan Muslim disana.  Organisasi mirip American Muslim Council aktif terlibat menegakkan hak azasi dan hak warga negara bagi setiap orang Amerika. 8. Council on American-Islamic Relations (CAIR atau Dewan Hubungan Islam-Amerika), yakni organisasi Islam paling besar yang mengakomodasi kepentingan Muslim di AS. 9. Muslim Public Affair Council (MPAC atau Dewan Permasalahan Masyarakat Islam), ialah sebuah jawatan pelayanan bagi masyarakat Muslim Amerika. Berpusat di Los Angeles, California dan mempunyai cabang di Washington, DC. MPAC didirikan pada 1988.  Tujuan orgaisasi ini yakni untuk memperkenalkan identitas Muslim Amerika, membuatkan sebuah organisasi yang aktif, dan juga pembinaan bagi generasi abad depan baik pria dan wanita untuk aneka macam visi. 10. American Islamic Congress, adalah organisasi kecil dan moderat yang memperkenalkan pluralisme. 11. Free Muslims Coalition, dibentuk untuk menghapus santunan kepada Islam radikal dan terorisme serta memperkuat institusi yang demokratis di timur tengah dan dunia Islam dengan mendukung usaha reformasi islam. 2. Sejarah Perkembangan Islam di Brazil Islam masuk dan berkembang di Brazil berawal dari masuknya orang-orang Afrika dalam bentuk perbudakan. Brazil mendapatkan 37% budak orang Afrika yang diperdagangkan, sekitar tiga juta orang. Sejak tahun 1550, bangsa Portugis memberdayakan budak Afrika untuk bekerja di kebun tebu yang sebelumnya dimusnahkan oleh masyarakatTupi.   Negara Brazil ialah bab wilayah Amerika yang banyak menerima budak muslim dari Afrika. Pada tahun 1835 di Bahia, pernah terjadi pemberontakan yang dikerjakan oleh kaum muslim dari aneka macam negara, suatu revolusi Islam besar meletus dan dijuluki sebagai kebangkitan kaum budak. Ini ditujukan untuk pembebasan para budak dan pembentukan sebuah negara Islam di Brazil.   Islam diperkenalkan ke Brazil oleh orang muslim Afrika. Mereka memiliki pengaruh yang besar pada sektor pertanian, industri, dan pertambangan emas. Proses penyebaran Islam di Brazil, terjadi dalam tiga tahap, ialah selaku berikut. 1. Pertama, dimulai ketika Brazil ditemukan oleh pelaut Caprao Portugis pada paruh kedua kala ke-15. Sebagian sejarawan mengatakan, bahwa beberapa muslim lolos dari inkuisisi dan melarikan diri ke Brazil di mana mereka bisa menjalankan agama mereka lebih terbuka. 2. Kedua, pada dikala bangsa Portugis mulai menjinjing budak dari Afrika Barat untuk dipekerjakan sebagai buruh reklamasi lahan yang luas pada kala 16. Pada ketika itu, muslim Afrika Barat datang ke Brazil, mereka dibaptis oleh Portugis. Mereka mengerjakan pemikiran agama Islam secara sembunyi-sembunyi. Mereka mempertahankan hidup islami di gubuk dengan mendirikan sekolah dan membaca Al-Qur'an. Menjelang final kala ke-18, sekelompok muslim dari Afrika tengah diantarke Brazil. Pada permulaan abad ke-19 mulai terjadi pemberontakan dari penduduk Afrika Barat yang telah menetap. Pada tahun 1900 M, masih tercatat 10.000 Afro-Muslim yang hidup di Negara Brazil. Setelah abad asimilasi paksa kepada Afro-Muslim, kemajuan Islam di Brazil memasuki periode gres dengan adanya imigran muslim Timur Tengah, Suriah, dan Lebanon. 3. Ketiga, hadirnya gelombang imigran muslim Syiria dan Lebanon pada tahun 1920 M dan mereka berhasil mendirikan Lembaga Swadaya Masyarakat yang diberi nama Organisasi Amal Islam pada tahun 1929 M. Organisasi ini bertahan hingga pertengahan 1950 M. Kaum muslim mulai berpikir untuk membentuk organisasiorganisasi lain di tempat lain di negeri ini. Brazil dikenal sungguh mempertahankan hubungan baik dengan orang-orang Arab dan muslim. Selain itu, Brazil tergolong negara yang menurut kebebasan, aturan, dan hak-hak kewarganegaraan. Orang Arab muslim dan nonmuslim memainkan peran besar dalam kemajuan ekonomi dan politik Brazil.   Di Brazil, jumlah penganut Islam juga terus mengalami perkembangan. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang Brazil yang masuk Islam. Di Kota Rio, ada sekitar 500 keluarga muslim, 85% dari mereka yakni orang-orang Brazil yang memeluk Islam dan tidak memiliki relasi dengan orang Arab.   Di negeri Samba ini, umat muslim diperkirakan satu juta orang dengan peningkatan jumlah tempat ibadah 127 masjid pada tahun 2013 M. Hal itu empat kali lebih banyak dari tahun 2000 M berdirinya kawasan ibadah di Brazil. 3. Sejarah Perkembangan Islam di Argentina Agama Islam meningkat di wilayah Argentina tidak beda jauh dengan sejarah masuk Islam di Benua Amerika yang lain, ialah melalui para imigran. Kedatangan para imigran muslim pertama di Argentina bersama-sama dengan kedatangan para penjelajah berkebangsaan Spanyol dan Portugis di wilayah Argentina.   Jumlah imigran muslim ini terus meningkat sesudah Argentina menjadi wilayah koloni Spanyol. Sejarah masuknya Islam di Argentina dibawa oleh bangsa Spanyol yang ketika itu berada di bawah kekuasaan Ratu Isabel I dan Raja Ferdinand II. Pada 1492 M, Al Hambra basis kerajaan Islam terakhir, diporak-porandakan Isabel dan Ferdinand.   Mereka lalu menghancurkan banyak sekali peninggalan peradaban Islam, kecuali buku pengobatan dan karya seni. Kedatangan muslim ke Argentina dimulai pada pertengahan masa ke-19. Imigrasi pertama datang dari Syiria pada tahun 1850 hingga 1860 M. Mereka tiba ke sana untuk mencari penghidupan yang lebih baik dibandingkan dengan hidup di bawah kekaisaran otoman yang cenderung absolut.   Gelombang imigrasi berikutnya pada tahun 1870 M sampai Perang Dunia I. Selanjutnya pada tahun 1919-1926 M, para imigran itu datang lagi. Saat itu Barat sedang getol-getolnya menancapkan dampak kolonialisasi di Timur Tengah yang dulunya berada di bawah kekaisaran Otoman. Imigran Arab yang populer ialah keluarga Menem, yang berasal dari Suriah dan pemeluk Islam.   Mantan presiden Argentina, Carlos Menem ialah salah satu keturunan keluarga imigran Suriah. Meski leluhurnya yaitu pemeluk Islam, beliau sendiri ialah seorang penganut Katolik Roma. Karena aspek agama inilah, Carlos Menem diizinkan untuk ikut mencalonkan diri sebagai presiden Argentina. Dalam aturan konstitusi yang berlaku, presiden Argentina haruslah seorang pemeluk Nasrani Roma.   Namun, aturan ini dihapuskan dalam reformasi konstitusi tahun 1994 M. Perkembangan Islam di Argentina secara perlahan mulai diterima oleh penduduk Argentina. Jumlah penganut muslim di negeri itu diperkirakan mencapai 3,5 juta orang. Argentina ialah salah satu negara yang penduduk muslimnya mengalami peningkatan cukup banyak bila daripada negara-negara lain di tempat Amerika Latin. 4. Sejarah Perkembangan Islam di Australia  Pada sekitar kurun ke-20 perkembangan masjid di Australia cukup menyenangkan alasannya banyak masjid yang dibuat oleh arsitek yang berasal dari masyarakatpribumi Australia, di antaranya sebagai berikut : Pada tahun 1907 di Brisbane diresmikan masjid yang indah dan besar oleh arsitek Sharif Abosi dan Ismeth Abidin. Pada tahun 1967 di Queensland diresmikan masjid lengkap dengan Islamic Center di bawah pimpinan Fethi Seit Mecea. Pada tahun 1970 di Mareebe didirikan sebuah masjid yang mampu menampung 300 jamaah dengan imamnya H. Abdul lathif. Di kota Sarrey Hill di bangun Masjid Raya Faisal dengan pinjaman pemerintahan Arab Saudi. Pendidikan Islam di Australia diselenggarakan dengan tujuan semoga mampu melestarikan kemajuan kehidupan agama Islam. Oleh alasannya adalah itu, di Brisbane didirikan Queesland Islamic Society yang bermaksud menyadarkan anak-anak muslim untuk melaksanakan shalat dan korelasi baik sesama insan. Mereka selama 5-15 tahun mendapatkan pelajaran al Qur’an dan tata kehidupan secara Islam. Pelajar terdiri atas anak-anak dari Indonesia, Pakistan, india, Turki, afrika, libanon dan Australia. Demikianlah bahasan perihal sejarah perkembangan Islam di Amerika, Brazil, Argentina dan Australia. Semoga bermanfaat.
Sumber https://dadanby.blogspot.com


EmoticonEmoticon