Selasa, 15 Desember 2020

Belajar Parenting Dari Orang Bau Tanah Albert Einstein

kecerdasan secara ekslusif diturunkan dari ibu ialah sebuah mitos". Dan Einstein juga mengatakan bahwa dia cuma orang yang punya rasa ingin tahu, dan kedua orang tuanya sungguh berjasa menimbulkan rasa ingin tahunya menjadi sesuatu yang bermakna, bahkan bagi dunia.


Yah, Einstein mempunyai santunan atau support system yang sangat hebat dari kedua orang tuanya, Hermann dan Pauline Einstein. Kedua orang tuanya mengetahui bahwa anaknya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, maka terus dibebaskan untuk mengetahui apapun.


Kuncinya, berdasarkan beberapa hasil wawancara dengan Einstein yang dimuat banyak sekali postingan, orang tua Einstein mengajarkan Einstein untuk mengasihi alam, bebas berekspresi, menyayangi seni, dan menjunjung tinggi kejujuran.


Einstein juga dibiarkan untuk terus mencari tahu tentang segala hal, bahkan saat usianya masih 5 tahun. Ditambah dengan huruf Einstein yang tidak pernah puas sampai mendapatkan balasan yang pasti kepada apa yang dia ingin ketahui.


Ayahnya bergotong-royong tidak mempunyai pengetahuan sains yang mencukupi untuk mengimbangi keingintahuan anaknya. Ketika Einstein kecil terbaring sakit dikala berusia lima tahun, ayahnya memberikannya kompas untuk menemaninya di tempat tidur. Dari situ, Einstein justru terus mempertanyakan perihal jarum kompas yang terus mengarah ke utara meski diarahkan ke mana saja.


Jawaban ayah Einstein yaitu alasannya adalah adanya magnet. Maka pertanyaan Einstein selanjutnya ialah wacana magnet, yang tak bisa dijawab oleh ayahnya. Bukannya mengalah, ayahnya justru mengarahkan Einstein untuk terus bertanya pada siapapun hingga menemukan jawabannya. Einstein lebih suka sendiri, berpikir dan mencari jawaban, dibandingkan dengan bermain dengan belum dewasa seusianya. 


Guru sekolah Einstein mengatakan bahwa Einstein kecil memiliki intelejensi yang rendah. Hal itu dikarenakan Einstein tak bisa mengikuti keadaan dengan sekolah dan sobat-temannya. Tapi, ibunya terus mendukung Einstein, dan memberikannya banyak buku, serta sobat setia Einstein, biola.


Mengundang Makan Seorang Mahasiswa, Karena Einstein tak Mampu Kuliah


Sejak kecil Einstein suka membaca, dan kesengsem dengan kedokteran. Namun, kedua orang tuanya tak bisa membiayai kuliah Einstein. Apa yang dikerjakan kedua orang tuanya?


Mereka memasak dengan banyak di setiap hari Jumat malam, lalu mengundang kenalan mereka seorang mahasiswa jurusan kedokteran. Tujuannya yaitu agar Einstein bisa mencar ilmu dan berdiskusi dengan mahasiswa tersebut. Unik bukan?


Dengan demikian, Einstein bisa terus belajar dan semakin bertambah wawasannya. Ibu Einstein lebih menyukai musik dan sastra, daripada sains. Karena itu, Einstein diajarkan bermain biola, bahkan pernah mengadakan konser amal untuk belum dewasa yang tidak mampu sekolah. Itu juga diajarkan oleh ibunya, bahwa menjadi seorang anak yang pintar mesti berempati pada orang lain.


Kerja keras kedua orang tuanya meski lebih banyak terhalang dana, tetap membuahkan hasil. Einstein menjadi fisikawan yang menelurkan banyak teori gres yang berkhasiat bagi dunia. Hanya satu saja hal yang disayangkan, adalah ketika Einstein mendapatkan Nobel di bidang Fisika, ibunya sudah meninggal. Jadinya, tidak bisa melihat hasil kerja kerasnya selama ini. Tapi, niscaya senyuman senang kedua orang tuanya tetap hadir dari surga, melihat kesuksesan Einstein, bukan?


Sumber https://www.pojokreview.com/


EmoticonEmoticon