Selasa, 15 Desember 2020

Pernah Mampu Pesan Spam Di Inbox Untuk Ganti Password Atm? Hati-Hati Itu Penipuan


PojokReview.com - Pernah mendengar seseorang mendapatkan email dari lembaga terpercaya yang memintanya untuk mengubah password. Lalu, diberikan pranala atau tautan ke halaman tertentu yang juga jebakan. Di halaman tersebut, Anda akan diminta mengisi gosip pribadi yang mereka perlukan, kemudian semua berita itu sukses mereka dapatkan. Keesokan harinya, isi rekeningnya perlahan ludes. Mengerikan sekali bukan?


Atau justru yang lebih ekstrim berupa telepon dari forum terpercaya dengan alasan ingin survey atau lain sebagainya. Apa yang terjadi selanjutnya cukup berbahaya, karena mereka akan mengajak Anda berbincang-bincang dalam waktu yang cukup lama. Tanpa disadari, para pelaku tersebut akan mencari tahu info penting Anda dan mencatatnya.


Kedua cara tersebut telah terlampau banyak mengkonsumsi korban. Intinya, meski berlainan cara (satu pakai email, satu lagi telepon), namun teladan kerja mereka tetap sama. Mereka akan mencuri gosip penting yang diharapkan. Mulai dari nama lengkap, alamat, nomor telepon, alamat email, dan pastinya; passwordnya.


Teknik penipuan tersebut disebut phising. Dan satu lagi disebut impersonation. Phising yaitu langkah-langkah penipuan untuk mencuri gosip penting yang Anda miliki. 


Sedangkan impersonation adalah jenis penipun, dengan cara pelaku berpura-pura menjadi pihak bank kawasan Anda menyimpan uang. Biasanya, mereka akan memberikan sesuatu misalnya perubahan password, dan sebagainya. 


Kesamaan dengan phising, impersonation juga akan memperlihatkan link palsu pada Anda yang tentunya mengarahkan Anda ke situs web imitasi. Di situs web imitasi tersebut, Anda akan diminta untuk mengisi data diri, lalu informasi penting lainnya.


Lalu bagaimana cara supaya terhindar dari jenis penipuan ini?


Apabila Anda menerima email dari pihak bank yang mengatakan rekening Anda akan diblokir, atau mengubah password, dan lain sebagainya, maka Anda jangan cemas terlebih dulu. Tunggu sampai esok hari, kemudian berangkat ke bank Anda dan tanyakan apakah betul email tersebut dikirimkan resmi dari bank.


Tidak hanya itu, bawa tangkapan layar email si penipu dan minta pada bank untuk menindaklanjutinya sebelum ada korban yang jatuh. Dengan demikian, Anda tidak hanya menyelamatkan diri Anda sendiri, tetapi juga menyelamatkan banyak orang lain.


Kadang-kadang, Anda mungkin telah mengetahui bahwa email yang diantarkan pada Anda adalah suatu penipuan. Namun, kebanyakan dari kita justru tidak acuh. Karena itu, justru ada korban lainnya yang tertipu. Meski bukan sepenuhnya salah kita, namun ketidakpedulian kita membuat korban yang lain bisa tertipu dengan gampang.


Sedangkan untuk telepon, tentunya Anda mampu menjawab bahwa Anda sedang berada di perjalanan. Sehingga Anda baru akan sampai besok pagi, dan akan eksklusif menuju bank yang dimaksud. Apabila telepon tersebut datang dari penipu, maka beliau akan mencari cara untuk segera menutup telepon. Anda bisa terus menjaga telepon tetap menyala untuk mengejarnya dengan banyak sekali pertanyaan, bapak berada di bab mana? Saya menemui bapak di ruangan mana, dan sebagainya. 


Maka tidak perlu waktu usang, si penipu juga akan menimbang-nimbang cara untuk menutup telepon dengan kesal. Kadang-kadang, dia berkata kotor dan menyumpah pada Anda. Tentunya, dikala itu Anda mampu lega bahwa telepon yang tiba ke Anda memang berasal dari seorang penipu.


Sumber https://www.pojokreview.com/


EmoticonEmoticon